Sosialisasi Dan Pelatihan Teknologi Digital Sebagai Upaya Peningkatan Kapasitas Petani Dalam Monitoring Dan Pengelolaan Pertanian Hortikultura Di Alahan Panjang
Main Article Content
Abstract
Pertanian hortikultura di daerah dataran tinggi Alahan Panjang memiliki potensi yang besar dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat. Namun, masih banyak petani yang menghadapi kendala dalam melakukan monitoring dan pengelolaan lahan pertanian secara efektif akibat keterbatasan pemanfaatan teknologi digital. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya pengambilan keputusan dalam pengelolaan tanaman, pemantauan pertumbuhan, serta pengendalian hama dan penyakit. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung monitoring dan pengelolaan pertanian hortikultura di Alahan Panjang. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan penggunaan berbagai aplikasi digital yang dapat membantu petani dalam mengelola kegiatan pertanian. Sasaran kegiatan adalah petani hortikultura yang tergabung dalam Pertanian Palanta Hasna Alahan Panjang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemantauan kondisi lahan, pencatatan kegiatan budidaya, akses informasi pertanian, serta pengambilan keputusan yang lebih tepat. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penerapan teknologi digital sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan pertanian dan produktivitas hasil panen. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung transformasi digital sektor pertanian di daerah dataran tinggi secara berkelanjutan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Karya ini dilisensikan di bawah a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Penulis yang menerbitkan karya tulis ilmiah pada JURMAS BANGSA setuju dengan ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada Riset Sinergi Indonesia dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal pada JURMAS BANGSA.
ENGLISH
Authors who publish scientific papers on JURMAS BANGSA agree with the following conditions:
The author holds the copyright and grants first publication rights to Riset Sinergi Indonesia with works that are licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License which allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication on JURMAS BANGSA.
The author retains the copyright of the submitted and published articles, with the understanding that the articles are published under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The editorial team has the right to edit according to the writing guidelines or templates at JURMAS BANGSA.
References
D. Satria, W. Maghraby, and A. M. Setyanti, “Digital Agricultural Technology for Smallholder Farmers: Barriers and Opportunities in Indonesia,” SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, vol. 18, no. 3, pp. 1–15, 2024.
R. Fragomeli, A. Annunziata, and G. Punzo, “Promoting the Transition Towards Agriculture 4.0: A Systematic Literature Review on Drivers and Barriers,” Sustainability, vol. 16, no. 6, pp. 2425–2443, 2024.
V. K. Hebsale Mallappa and T. B. Pathak, “Climate Smart Agriculture Technologies Adoption among Small-Scale Farmers: A Case Study from Gujarat, India,” Frontiers in Sustainable Food Systems, vol. 7, pp. 1–15, 2023.
H. G. Hoang and H. D. Tran, “Smallholder Farmers’ Perception and Adoption of Digital Agricultural Technologies: An Empirical Evidence from Vietnam,” Outlook on Agriculture, vol. 52, no. 4, pp. 457–468, 2023.
N. Khan, R. L. Ray, H. S. Kassem, and S. Zhang, “Mobile Internet Technology Adoption for Sustainable Agriculture: Evidence from Wheat Farmers,” Applied Sciences, vol. 12, no. 10, pp. 4902–4917, 2022.
M. Khanna, S. S. Atallah, S. Kar, B. Sharma, L. Wu, C. Yu, et al., “Digital Transformation for a Sustainable Agriculture in the United States: Opportunities and Challenges,” Agricultural Economics, vol. 53, no. 6, pp. 924–937, 2022.
A. Khanna and S. Kaur, “An Empirical Analysis on Adoption of Precision Agricultural Techniques among Farmers of Punjab for Efficient Land Administration,” Land Use Policy, vol. 126, pp. 106533, 2023.
F. A. Kitole, E. Mkuna, and J. K. Sesabo, “Digitalization and Agricultural Transformation in Developing Countries: Empirical Evidence from Tanzania Agriculture Sector,” Smart Agricultural Technology, vol. 7, pp. 100379, 2023.
I. H. Noor, “Pengabdian dan Pengabdian Masyarakat pada Perguruan Tinggi,” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, vol. 16, no. 3, pp. 285–297, 2010.
R. Saputra, A. Rahmawati, F. M. Fauzan, and D. R. Wati, “Research Trends in Digital Technology-Based Agricultural Development in Indonesia,” Jurnal Teknologi Pertanian, vol. 16, no. 2, pp. 1–12, 2025.
H. Setiyawan, R. Sahirin, and V. Sok, “Smart Farming Application Training for Agricultural Communities Using IoT-Based Monitoring Tools,” Journal Ligundi of Community Service, vol. 1, no. 3, pp. 1–10, 2024.
C. Sugihono, H. A. Juniarti, and N. C. Nugroho, “Digital Transformation in the Agriculture Sector: Exploring the Shifting Role of Extension Workers,” STI Policy and Management Journal, vol. 7, no. 2, pp. 125–138, 2022.
J. Waworuntu and S. Ambalao, “Trends and Dynamics of Smart Farming Research in Agricultural Education in Indonesia: A Bibliometric Analysis (2020–2025),” Economics and Digital Business Review, vol. 7, no. 1, pp. 1–15, 2025.