Integrasi Sistem Penyanggaan Mekanis Dan Manajemen Ventilasi Jaringan Dalam Menjamin Keselamatan Serta Kestabilan Tambang Batubara Bawah Tanah Bmk 36
Main Article Content
Abstract
Kegiatan penambangan batubara bawah tanah memiliki risiko tinggi terhadap keruntuhan atap (roof fall) dan akumulasi gas berbahaya yang dapat mengancam keselamatan pekerja. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas sistem penyanggaan dan mengoptimalkan jaringan ventilasi pada lubang produksi aktif BMK 36 CV. Bara Mitra Kencana, Sawahlunto. Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan integratif yang mengkaji aspek geoteknik dan ventilasi secara bersamaan sebagai upaya pengendalian risiko tambang bawah tanah. Metode penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui pengukuran lapangan terhadap kondisi massa batuan, sistem penyangga, debit udara, dan kualitas udara tambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas atap dikendalikan menggunakan penyangga kayu three pieces set berdiameter 18–22 cm dan beton bertulang pada zona kritis. Evaluasi ventilasi menunjukkan debit udara aktual sebesar 155 m³/menit belum memenuhi kebutuhan udara berdasarkan jumlah pekerja dan peralatan yang beroperasi. Kondisi ini dipengaruhi oleh resistansi aliran akibat geometri lorong dan kebocoran pada sambungan ducting. Upaya perbaikan yang direkomendasikan meliputi penggunaan material penyangga yang memenuhi standar, pengurangan jarak antarpenyangga menjadi maksimal 1,0 m pada zona lemah, perbaikan sambungan ducting, dan peningkatan kapasitas blower fan. Integrasi evaluasi penyanggaan dan ventilasi terbukti mampu meningkatkan pengendalian risiko geoteknik dan atmosfer tambang sehingga mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.