MSDM Strategik di Era Kerja Hybrid: Membangun Budaya Organisasi Tanpa Batas Fisik

Main Article Content

Rian Safitri
Yoli Vanezi Mayendri
Syafwandi

Abstract

Artikel ini menunjukkan pergeseran lanskap kerja global pascapandemi telah mendorong adopsi model kerja hybrid sebagai strategi operasional permanen di berbagai industri. Sistem ini menawarkan keuntungan ganda berupa otonomi yang lebih tinggi bagi karyawan dan peningkatan efisiensi bagi organisasi, yang terbukti mampu menekan angka turnover hingga 33%. Namun, hilangnya sekat fisik antar-karyawan memicu tantangan krusial, seperti kaburnya batas ruang profesional-pribadi yang mengancam kesehatan mental pekerja serta risiko melemahnya perekat emosional budaya organisasi akibat minimnya interaksi tatap muka secara langsung. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merumuskan formulasi kebijakan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Strategik dalam membangun budaya organisasi yang solid di lingkungan virtual terdistribusi. Hasil analisis isi terhadap berbagai literatur sekunder dari rentang tahun 2020 hingga 2026 menunjukkan bahwa tantangan utama korporasi saat ini telah bergeser dari penyediaan infrastruktur teknologi menuju kemampuan menyuntikkan nilai-nilai organisasi ke dalam ruang virtual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa MSDM Strategik wajib bertransformasi menjadi "perekat sosial digital" melalui tiga pilar kebijakan utama, yaitu manajemen performa berbasis output, pelatihan inklusif digital, dan penataan ulang sistem komunikasi yang menghormati keseimbangan hidup karyawan. Keselarasan praktik ini memastikan budaya organisasi tanpa batas fisik dapat bertransformasi menjadi kompetensi inti yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Article Details

How to Cite
Safitri, R., Mayendri, Y. V., & Syafwandi. (2026). MSDM Strategik di Era Kerja Hybrid: Membangun Budaya Organisasi Tanpa Batas Fisik . Journal of Science Education and Management Business, 5(3), 1108–1112. Retrieved from https://rcf-indonesia.org/jurnal/index.php/JOSEAMB/article/view/1191
Section
Articles

References

Amri, A. (2024). Economics and Digital Business Review. 5(2), 1011–1027.

Cahyani, A. W., Maharani, Y. A., Dwi, F., Dyah, J., & Pratiwi, E. (2026). Budaya Organisasi sebagai Faktor Penentu dalam Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. 2(2), 315–324. https://doi.org/10.64845/optimanus.v2i1

Falasifa, T., Ayu, A., Arfani, D., & Abdillah, M. H. (2025). Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Employee Engagement : Kajian Sistematis Literatur. 4(2), 6546–6552.

Lase, D., Absah, Y., Lumbanraja, P., Giawa, Y., & Gulo, Y. (2025). Model Kerja Hibrida : Kajian Teoretis dan Implikasinya terhadap Dinamika Kerja Modern. 3(2021), 55–79.

Latuba, J. (2025). HYBRID WORK MODELS AND THE FUTURE OF HRM : CHALLENGES , ADAPTATIONS , AND OPPORTUNITIES MODEL KERJA HYBRID DAN MASA DEPAN MANAJEMEN SDM : TANTANGAN ,. 2(5), 2574–2592.

Maulana, M. I. (2025). STRATEGI ADAPTIF MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA STRATEGIS ( SHRM ) DALAM MENGHADAPI TRANSFORMASI DIGITAL DAN IMPLIKASI GIG ECONOMY STRATEGI ADAPTIF MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA STRATEGIS ( SHRM ) DALAM MENGHADAPI TRANSFORMASI. 3(12).

Wahyudin, H. (2022). Budaya Organisasi Hendra Wahyudin. 51–56.